Tuhan,
jika aku telah berbentuk menara yang menjulang
ataupun monumen sejarah yang terlalu monumental
oh Tuhan,
inilah pintaku...
ini seruku...
runtuhkan aku Tuhan, gempur dan remukkan hingga berkeping
dan Tuhan
jika aku adalah bejana yang berbau
ataupun hati yang berulat
hancurkan aku
lembutkan sampai tak lagi berbentuk
sekiranya aku bisa menjadi rata dengan tanah supaya bisa berkenan
ataupun harus menjadi kepingan bahkan serpihan supaya Engkau tersenyum
aku mau Tuhan
aku tidak mau bertahan jadi menara
jika itu nantinya membinasakan
aku tidak mau menjulang
jika akhirnya aku menukik dalam kehancuran
aku tidak mau menjadi monumen
karena monumen adalah sejarah
monumen adalah masa lalu
aku tidak mau berbau busuk
sehingga manusia menjauh karena hidupku
aku tidak mau munafik
hati berulat dengan kelicikan, kepahitan, kebencian
membuat manusia menjauh karena tulisan hidupku
hancurkan aku menjadi kepingan
kerat aku menjadi potongan terkecil
selagi masih ada matahari
selagi masih ada hirupan nafas
hancurkan aku Tuhan
jangan sampai berlambat
hancurkan aku dan bentuk kembali
sesuai waktu yang Engkau tetapkan bagiku
aku yakin Engkau sanggup
membentuk serpihan menjadi mahakarya
jangan hiraukan eranganku
jangan hiraukan tangisku
jangan hiraukan teriakku
jangan hiraukan sakitku
bahkan apapun yang kulakukan untuk melawan
terus hancurkan aku Tuhan
pecahan belumlah cukup
kepingan belumlah cukup
bahkan serpihan pun belum
lakukan seperti mauMu
karena aku mau
jadi perabot indah di tanganMu
full of love for my Saviour and King
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar