Senin, 18 April 2011
Minggu, 17 April 2011
SITUASI PENDIDIKAN DI INDONESIA
GENERASI CERDAS DAN BERAKHLAK BERASASKAN PANCASILA
A. PENGANTAR
Sektor Pendidikan adalah salah satu aspek penting dalam sebuah Negara. Melalui pendidikan, generasi yang akan datang dipersiapkan. Bukan hanya supaya menjadi pemimpin yang cerdas, namun juga menjadi yang berakhlak. Dalam UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, juga disebutkan “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Jika kita melihat dalam pasal tersebut di atas, kita dapat melihat bahwa generasi cerdas dan berakhlak merupakan tujuan nasional dari pendidikan di Indonesia. Itulah sebabnya, pasal 3 UU 20/2003 kemudian menjadi dasar bagi penetapan tujuan sekolah. Bahwa setiap sekolah mempunyai kewajiban untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya pandai dalam hal akademis, namun juga memiliki akhlak atau karakter yang sesuai dengan Pancasila.
Sekarang ini, Negara kita tengah mengalami banyak masalah publik yang berakar dari rendahnya mutu Sumber Daya Manusia. Mulai dari kasus korupsi, pembobolan bank, gangguan keamanan, bencana alam, dan masih banyak lagi. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut memang diperlukan kecerdasan, namun yang lebih penting adalah karakter dari penyelesai masalah. Semakin tingginya kecenderungan kejahatan di Negara kita menuntut para pelaku di sektor pendidikan untuk lebih prihatin dan lebih waspada. Lulusan yang dihasilkan oleh sekolah pada semua jenjang pendidikan harus memiliki kualitas yang lebih tinggi dari lulusan sebelumnya, baik kualitas akademik maupun kualitas karakter. Pandai saja tidak cukup untuk memimpin dan menyelesaikan masalah di Indonesia. Orang pandai di Indonesia banyak, namun jika mereka tidak berakhlak, bisa jadi mereka justru akan terjerumus dalam masalah yang sedang diselesaikan. Dan ini berarti, masa depan bangsa tidak akan mengalami perbaikan tetapi justru akan memburuk.
Pancasila adalah dasar Negara yang pada setiap sila nya terkandung butir-butir yang dapat dijadikan pedoman etika dan norma bagi siswa. Pancasila seharusnya dijadikan panduan bagi guru untuk mendidik perilaku siswa. Kepala Sekolah dan guru tidak perlu berkiblat kepada standar internasional untuk membuat peraturan sekolah. Dasar Negara kita sudah memiliki nilai-nilai luhur yang dapat diterapkan dalam disiplin sekolah, bahkan nilai-nilai luhur yang dikandung di dalam Pancasila tidak akan ketinggalan jaman. Namun sayangnya, walaupun kata-kata cerdas dan berakhlak termaktub dalam tujuan sekolah, tetap saja generasi muda yang kita lihat sekarang justru mengalami penurunan dari segi akhlak (karakter). Bahkan yang sangat menyedihkan, Pancasila sudah dilupakan oleh generasi muda. Anak-anak usia sekolah merasa asing dengan Pancasila, apalagi mengingat butir-butirnya. Hal ini merupakan salah satu sisi situasi pendidikan di era modern ini. Situasi tersebut sangat memprihatinkan bagi penulis, sehingga penulis memilih sub topik Generasi Cerdas dan Berakhlak berasaskan Pancasila. Penulis meyakini, jika sektor pendidikan kembali menggunakan Pancasila sebagai pedoman pendidikan karakter siswa, maka lulusan yang dihasilkan akan menjadi generasi yang sungguh-sungguh berakhlak dan cerdas. Lebih dari itu, generasi yang demikian akan menjadi pemimpin yang cerdas dan memiliki rasa takut kepada Tuhan. Indonesia akan menjadi lebih baik lagi.
B. MASALAH
Keprihatinan generasi pendahulu terhadap generasi muda, bukanlah masalah yang sepele. Anak-anak usia SD – SMA, bahkan mahasiswa tidak lagi mengindahkan etika dan norma yang berlaku di masyarakat. Mereka tidak lagi menerapkan nilai-nilai kesopanan, nilai-nilai penghargaan kepada diri sendiri dan orang lain. Itu hanyalah contoh kecil dari krisis etika yang dialami oleh generasi muda. Anak-anak didik kita sudah mengalami degradasi moral yang sangat memprihatinkan. Mereka tidak tahu mengucapkan terima kasih, tidak tahu menunjukkan rasa hormat kepada yang lebih tua. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah berpengaruh besar dalam pertumbuhan moral mereka. Tontonan televisi yang minim dengan unsur pendidikan kemudian menjadi pedoman anak-anak dalam berperilaku. Informasi dari seluruh penjuru dunia dengan mudah dapat diakses oleh anak-anak usia sekolah. Informasi tersebut secara tidak langsung masuk ke dalam diri anak dan mempengaruhi perilaku mereka. Banyaknya perilaku orang tua yang berkiblat ke dunia barat juga menjadikan anak menganggap sesuatu dari dalam negeri kurang bagus dibandingkan sesuatu yang didapat dari luar negeri/ dunia barat. Etika berpakaian yang santun sudah menjadi hal yang kuno bagi mereka. Cara berpakaian masyarakat Barat lebih disukai karena dianggap mengikuti perkembangan jaman.
Berhubungan dengan Pancasila, anak-anak usia sekolah tidak lagi dapat menyebutkan sila-sila dalam Pancasila. Bahkan ada yang tidak tahu sama sekali. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sudah diubah menjadi PKn. Di dalam PKn, Pancasila hanya memiliki porsi yang kecil dalam pembelajaran, sedangkan porsi yang lebih besar adalah kewarganegaraan yang berkisar pada ilmu tata Negara. Lalu bagaimana generasi penerus bangsa ini jika mereka tidak mengenal Pancasila? Apa yang akan menjadi panduan kehidupan berbangsa dan bernegara? Apa yang terjadi dengan Indonesia, jika generasi penerus lebih menyukai ideologi barat dibandingkan ideologi Pancasila?
C. PEMBAHASAN
Kamis, 16 Desember 2010
Jangan meminta
jangan meminta kepada Tuhan melebihi kekuatanmu
jangan meminta kepada Tuhan hal yang engkau tak tahu
jangan meminta kepada Tuhan tanpa iman
jangan meminta kepada Tuhan apa yang melebihi pikiranmu
Tuhan tahu hidupmu
Tuhan tahu hatimu
Tuhan tahu setiap rincian rencanamu
Tuhan tahu pikiranmu
jangan meminta DIA mengikuti alur hidup yang kau mau
jangan meminta DIA menuruti keinginan hatimu
jangan meminta DIA menjalankan rencanamu
jangan meminta DIA menebak pikiranmu
Ikutilah alur hidup yang telah Tuhan tetapkan bagimu
meski tak sesuai yang kau mau
Ikutilah hati Tuhan
meski itu bukan keinginanmu
ikutilah rencana yang telah Tuhan tuliskan bagimu
meski tak sejalan dengan rencanamu
ikutilah pikiran Tuhan bagimu
meski itu bukan pemikiranmu
jalanNya terlalu tinggi untuk dipahami
hatiNya terlalu kasih untuk diselami
rencanaNya terlalu agung untuk dimengerti
jangan pernah meminta.....
berserah saja..
Read More
jangan meminta kepada Tuhan hal yang engkau tak tahu
jangan meminta kepada Tuhan tanpa iman
jangan meminta kepada Tuhan apa yang melebihi pikiranmu
Tuhan tahu hidupmu
Tuhan tahu hatimu
Tuhan tahu setiap rincian rencanamu
Tuhan tahu pikiranmu
jangan meminta DIA mengikuti alur hidup yang kau mau
jangan meminta DIA menuruti keinginan hatimu
jangan meminta DIA menjalankan rencanamu
jangan meminta DIA menebak pikiranmu
Ikutilah alur hidup yang telah Tuhan tetapkan bagimu
meski tak sesuai yang kau mau
Ikutilah hati Tuhan
meski itu bukan keinginanmu
ikutilah rencana yang telah Tuhan tuliskan bagimu
meski tak sejalan dengan rencanamu
ikutilah pikiran Tuhan bagimu
meski itu bukan pemikiranmu
jalanNya terlalu tinggi untuk dipahami
hatiNya terlalu kasih untuk diselami
rencanaNya terlalu agung untuk dimengerti
jangan pernah meminta.....
berserah saja..
Selasa, 14 Desember 2010
Closing the year of 2010
Sepertinya baru kemarin masuk tahun 2010, ternyata sekarang sudah Desember 2010. Biasanya kalau sudah di akhir tahun pasti ada kaleidoskop ttg semua kejadian yang terjadi sepanjang tahun tsb. Apakah itu kejadian baik maupun kurang baik, dan juga pencapaian-pencapaian yang sudah diraih. Akhir tahun juga waktunya tutup buku bagi perusahaan maupun para pengusaha. Yang pasti akhir tahun adalah hari-hari yang sangat sibuk bagi semua orang. Anak-anak pun tak ketinggalan, mereka sibuk dengan rencana liburan, sementara orang tuanya sibuk menghitung keberhasilan dan kegagalan.Toko dan mall sibuk dengan YES (Year End Sale) yang biasanya besar-besaran. Alasannya nanti tahun baru stocknya pasti baru semua. semua bidang sibuk, semua lini sibuk. Pemerintah sibuk, media sibuk.
Kesibukan akhir tahun selalu sama dari tahun ke tahun. Pembedanya adalah presentase pencapaian yang sudah diraih. Jika di tahun 2008 ke 2009 pencapaian mencapai 40%, tentu saja di tahun 2009 ke 2010 naik menjadi 50%? Lalu bagaimana di tahun ini? Leaving the 2010 and entering 2011? Mari kita berhitung.
Menutup tahun adalah masa penentuan atas apa yang terjadi selama 365 hari di tahun tersebut. Keputusan di awal tahun pasti membuat perbedaan di akhir tahun ini. Apapun keadaannya, kita tetap harus meninggalkan tahun ini untuk masuk 2011. Jika grafik keberhasilan yang tergambar belumlah seperti yang kita inginkan, mari tetap melangkah. Ada 365 hari di tahun 2011 yang harus kita jalani, jika kita masih diberi waktu oleh Tuhan. Yang perlu diingat adalah KEEP THE SPIRIT. Biasanya awal tahun adalah momen yang sangat berapi-api dan bersemangat. Setelah beberapa hari berlalu, nyala apinya semakin kecil, kemudian mungkin malah sempat padam, dan sibuk cari korek lagi. Tuliskanlah goal anda di tahun 2011 pada sebuah buku atau di komputer anda, atau agenda anda, atau di dompet anda. Hitunglah pencapaiannya secara berkala, dan anda akan melihat bagaimana semangat itu akan terus berkobar-kobar.
Sepanjang manusia hidup, pasti ada masalah. Perkataan yang sudah sangat sering kita dengar. Kita semua pasti sama-sama menyadari bahwa tahun 2011 tentu saja tidak terlepas dari masalah. Mari melihatnya sebagai tantangan. Tantangan yang harus dihadapi seorang pendaki ketika ingin berada di puncak, tantangan yang juga dihadapi oleh seorang pelari ketika ingin mencapai garis finish. Tantangan itu adalah bensin dan bukan air bagi semangat kita. Last but not least...Jangan pernah menyerah, karena keberhasilan anda, hanyalah anda yang menentukan.
Langganan:
Postingan (Atom)
